MEMASUKI tahun 2009, Pemerintah Kota Surabaya memprioritaskan beberapa
program pemba ngunan. Salah satu yang menjadi target adalah pembangunan
infrastruktur peningkatan kapasitas jalan.
Anggaran infrastruktur dialokasikan sebanding dengan anggaran untuk
kesejahteraan rakyat, seperti; pendidikan, kesehatan, dan pengentasan
kemiskinan. Lebih dari Rp. 1 triliun dialokasikan untuk anggaran
pembangunan dan pengembangan infrastruktur. Alokasi anggaran pembangunan
dan pengembangan infrastruktur mengalami kenaikan lebih dari 68% dari
tahun sebelumnya.
Anggran infrastruktur dialokasikan untuk pembangunan jalan baru
sepanjang 7,28 km, Box Culvert di Banyu Urip, Semolowaru dan Menur,
serta jalan tembus di Balas Klumprik sepanjang 3,1 km. Sedangkan
Peningkatan terbesar terjadi pada program pengendalian banjir dan
pengamanan pantai yang sekarang menjadi lebih dari Rp. 271 miliar.
Jumlah ini mengalami kenaikan sebesar 170% dari tahun lalu.
Pembangunan Box Culvert
Pembangunan jalan dengan menggunakan teknik Box Culvert di jalan Banyu
Urip mengalami beberapa hambatan diantaranya adalah karena sulitnya
pembebasan lahan disebabkan mahalnya harga tanah. Oleh karena itu
Pembangunan Jalan Banyu Urip menjadi tersendat. Jalan Banyu Urip
merupakan salah satu urat nadi perekonomian karena merupakan penghubung
antara kota Surabaya dan Gresik.
Oleh karena itu, setiap hari selalu terjadi kemacetan, dikarenakan
volume kendaraan > kapasitas jalan banyu urip. Begitu pula dengan
alasan karena masih belum sempurnanya akses dari timur ke barat kota
surabaya. Saluran air Gunung Sari dari saluran irigasi belum menjadi
saluran pematusan. Dampak yang terjadi setelah pembangunan. Setelah
pembangunan Box Culvert, diharapkan kemacetan akan berkurang ( v/c <
0,8 ) terutama di akses koridor timur barat ( Jl. Banyu Urip, Jl.
Indragiri & Jl. Mayjen sungkono). Begitu pula genangan di cacthment
area diversi gunungsari akan semakin berkurang karena telah berfungsinya
saluran Gunungsari sebagai saluran pematusan.
Selain efek tersebut, pembangunan jalan tersebut diharapkan bisa membuka
akses dari timur ke barat. Sehingga semakin bertambahnya laju
pertumbuhan ekonomi kota surabaya. Hal tersebut dikarenakan Jl. Banyu
Urip merupakan salah satu akses menuju kabupaten gresik. Yang
terpenting, sesuai dengan RTRW, daerah Surabaya barat akan semakin
berkembang.
Peningkatan kapasitas jalan di Semolo Waru dikarenakan beberapa sebab.
Yang terutama adalah karena kemacetan yang terjadi di sana. Kemacetan
dikarenakan adanya penyempitan (bottle neck) di Jl. Semolo Waru sisi
barat (sta 0+750). Selain itu juga terjadi kemacetan di persimpangan Jl.
Semolo Waru hingga Jl. Semampir (sisi timur menuju ke jembatan merr Iic
atau sta 0+000). Hal tersebut yang menjadi sebab-sebab perlunya
dibangun jalan tersebut.
Peningkatan kapasitas jalan di Semolowaru dapat meningkatkan
perkembangan perekonomian di kawasan Surabaya timur. Kawasan Surabaya
timur kini juga menjadi semakin berkembang menjadi daerah perekonomian
baru di Surabaya.
Selain itu, jalan ini mampu meningkatkan aksesibilitas kawasan terutama
yang akan menuju ke arah Merr Iic. Ini penting karena Merr IIc ini akan
menghubungkan Surabaya dari utara ke selatan di sisi timurnya.
Peningkatan kapasitas jalan di Menur juga tak kalah pentingnya dengan
Semolo Waru. Ruas jalan Menur ini setiap harinya selalu mengalami
kemacetan dikarenakan adanya penyempitan (bottle neck) di pertigaan Jl.
Pucang Jajar tengah dengan Jl. Menur (sta 0+290).
Selain itu, llingkungan yang kumuh di sepanjang Jl. Menur juga
menyebabkan kemacetan tersendiri. Kumuhnya lingkungan di Jl. Menur
dikarenakan adanya pasar.
Bila box culvert Menur telah terbangun, maka setidaknya akan terwujud
kelancaran lalu lintas di kawasan Surabaya timur. Saat ini, Menur juga
menjadi salah satu jalan yang banyak dilalui oleh mayoritas kendaraan di
Surabaya timur.
Selain itu, masalah bottle neck yang mengakibatkan kemacetan di Jl.
Menur juga teratasi. Karena box culvert akan melebarkan jalan yang
sempit karena kondisi sekarang ini. Disamping itu, pembangunan jalan
tersebut juga menimbulkan efek baik bagi lingkungan. Tertatanya
lingkungan bisa mengatasi masalah kekumuhan yang disebabkan adanya pasar
di sisi timur Jl. Menur.
Sedangkan jalan tembus Balasklumprik dan Wiyung dilaksanakan dengan
maksud untuk memperlancar akses antara Kota Surabaya dan Kabupaten
Gresik. Jalan ini sangat penting untuk kelancaran transportasi untuk
kelancaran perekonomian daerah sekelilingnya.
Pentingnya pembangunan jalan ini adalah karena masih kurangnya
aksesibiltas antar wilayah kota surabaya. Ditambah lagi karena kemacetan
yang terjadi di jalan Mastrip setiap harinya.
Namun demikian, status kewenangan pembinaan jalan merupakan kewenangan
pemerintah propinsi Jawa Timur. Hal itulah yang masih menjadi halangan
pembangunannya. Sering terjadi genangan yang cukup tinggi dan
membutuhkan waktu yang lama untuk menuntaskannya. Masalah itu pula yang
menjadi dasar mengapa pembangunan jalan itu menjadi sangat penting.
Genangan air itu dikarenakan saluran tepi kurang berfungsi secara
optimal serta adanya hambatan pada goronggorong. Oleh karena itu,
Pemerintah Kota Surabaya melalui Dinas Bina Marga dan Pematusan telah
berkirim surat ke Dinas PU Bina Marga Propinsi Jatim terkait masalah
tersebut diatas. Program pembangunan jalan tembus tersebut ditujukan
untuk meningkatkan perekonomian wilayah Surabaya barat. Peningkatan
perekonomian ini disebabkan karena akses wilayah Surabaya barat menjadi
terbuka.


11:08 PM
Icha
0 comments:
Post a Comment