Wednesday, April 13, 2011

ijo reks suroboyoku

Surabaya Green and Clean in 2008 is a competition in the field of cleanliness, greening, and health among district in the city of Surabaya.


On June 20, 2008 has been launched by Surabaya Mayor Bambang DH in the field Mr. Flat Penjaringansari - Penjaringansari municipality - municipality Rungkut with the installation of infiltration composter - Biopori symbolically. Launching event was also attended by cadres sekecamatan environment, PKK cadres, and officials Surabaya City Government.


According to the chairman of the green and clean program from Java Post Erry Suhariadi, assessment there are several criteria:

1. The concentration of waste reduction increased to 80%.

2. Contributions to the surrounding environment.

3. Ability to educate local RT RT - RT that have not implemented a program owned.

4. Application of absorption wells (biopori)

5. Utilization of vacant land for ditamani various crops.











the purpose of the event Surabaya green and clean is to invite citizens to fix their environment - each.







Green and clean award was conceived and initiated by the Java Post Group, and became a regular event every year anniversary of Surabaya. Cup will be contested over the years were named Green and Clean Award..

Friday, April 1, 2011

Makanan kesukaanku :p

lontong balapTraveling in Surabaya city would not only visit places of business and entertainment only, the places that sell foods of Surabaya was waiting to taste. It might even be able to make people who initially only be always longed to try to eat more when you're traveling to Surabaya.One of the typical food of Surabaya is Lontong Racing! Why called Lontong Racing? Lontong necessarily obvious, is that cooked rice wrapped in leaves, so when cooked in a state of agglomerate in accordance with the form of the leaf pack. Then how about racing? What lontongnya always racing and chasing each other (race)?Indeed, there is no definite historical evidence about the origin of why one of the Surabaya specialties is called Lontong Racing. But there is a story circulating in the indigenous town of Surabaya on the origin of the name. Before named like that, racing lontong sold by using pole, vegetable sprouts are included in a large pot soil. Pot soil borne in front and behind (2 pieces). Because of his cauldron large and heavy, people automatically assume when walking will try brisk walking for fast until directed. Because running quickly and in a hurry as impressed as race (races), until munculah Racing Lontong name it. Although in the present, the seller is not using Lontong Racing pole again, the name Lontong Racing has become a trademark of one of the Surabaya typical food.1 serving contains lontong Lontong Racing, knows lentho fried and sliced ​​into small pieces. It is a kind of meatball Lentho are formulated from cassava and beans Tolo. Then add bean sprouts (bean sprouts) in a rather large portion, tasty sauce and washed down with a sharp garlic-scented. And then sprinkled with fried shallots which is certainly making Lontong Racing becomes more savory, final touches are chili paste. Usually served with Satay Lontong Racing Shells and Ice Degan (young coconut).There are many sellers Lontong Racing in Surabaya, but there are 2 places are quite famous for its delicacy Lontong Racing. The first is the seller Lontong Kepanjen Racing in the street, right in front SMPN2 surrounding Surabaya. It is said that the seller Lontong Racing here has been handed down from the 1970s. And the second is Lontong Racing Pak Fat can be found in the area Kranggan road, quite a lot of customers. Reportedly even artists such as Ahmad Dhani and Andra, if returned to Surabaya always made time to enjoy Lontong Racing Pak Fat.So, traveling to Surabaya will feel more yummy when made time to enjoy Lontong Racing.

Thursday, March 31, 2011

Keutamaan Ilmu Bagi Kehidupan Manusia

Alam sekitar merupakan ilmu yang harus dipelajari disamping ilmu yang didapat secara formal Ilmu merupakan suatu keniscayaan bagi semua manusia, ilmu akan menuntun manusia/pemiliknya kepada jalan-jalan kebenaran dan keselamatan sebagaimana lampu yang yang dapat menuntun orang dikegelapan malam serta berbagai macam keutamaan dari ilmu yang dapat diambil oleh manusia dalam melangkah sebagai khalifah di muka bumi. Ada beberapa macam keutamaan ilmu bagi kehidupan manusia, diantaranya : - Ilmu adalah merupakan kebutuhan setiap individu manusia yang sangat substansial atau mendasar, terlepas dari realitas dimana tidak setiap orang menyadari kedudukan dan arti pentingnya ilmu - Ilmu merupakan kunci bagi terbukannya wawasan dan pemikiran manusia - Ilmu merupakan “software” yang menggerakkan perubahan dan kemajuan peradaban manusia - Ilmu merupakan pintu pemecahan dan pemahaman atas semua persoalan dan menyelami kedalaman dan kearifan hikmah - Ilmu merupakan wahana –wahana yang memungkinkan manusia memperhalus budi pekerti - Ilmu merupakan penentu bagi rendah atau tingginya derajad seseorang dalam pandangan sesamanya dan dalam pandangan Allah SWT. Sebagai Sang Pencipta apabila disertai keimanan dalam diri seseorang Dalam Islam sedemikian pentingnya ilmu bagi manusia, dimana Allah SWT. telah menurunkan ayat pertamanya dalam Al-Qur’an sebagai tuntunan pertama yang disampaikan kepada hamba-Nya umat manusia melalui Rosulullah Muhammad SAW. (QS ; Al Alaq ; 1 ) ” Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu Yang menciptakan ” Makna ayat tersebut jelas bahwa Allah SWT. membimbing kita semua semua untuk menempatkan aktifitas membaca sebagai dasar yang asasi dalam kehidupan dan apabila kita mencoba menangkap, memahami dan mengamalkan esensi dari ayat tersebut, niscaya tidak akan ada manusia yang tersesat, tidak akan ada manusia yang rendah martabatnya dan tidak akan ada kenistaan dan kekacauan di muka bumi. Mari kita coba pahami secara mendalam ayat tersebut diatas sesuai esensinya sehingga bisa menyelamatkan umat manusia ” Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu ” Bacalah : Silahkan baca dan dalami apapun ilmu yang ada di alam jagat raya ini, apakah manusia menyebutnya sebagai ilmu agama, ilmu biologi, fisika, kimia, almi astronomi, ilmu sejarah dan apapun nama ilmu yang ada di jagat raya ini. Menyebut Nama Tuhanmu/Alloh SWT. : Mempelajari dan mendalami ilmu apapun di jagat raya ini jika disertai dengan membuka suara hati atau nurani, diiringi dengan Rahmat-Nya Tuhan Sang Pencipta maka niscaya akan mengantarkan ilmu tersebut pada satu titik pencapaian yang sama yaitu kesadaran akan ke Maha besaran Sang Maha pencipta, sehingga Ilmu itu akan mengantarkan kepada keimanan akan eksistensi Sang maha Pencipta. Makna dari pengertian diatas bahwa apabila manusia sadar dan faham akan eksistensi Sang Maha Pencipta yang Maha Memiliki Ilmu, manusia tidak akan pernah berani menggunakan ilmu yang dimiliki untuk berbuat kerusakan di muka bumi, dan apabila ilmu yang dimiliki didasarkan pada iman niscaya dengan ilmu tersebut manusia akan terbimbing untuk memanfaatkannya untuk menaikkan dan mengangkat derajad kemanusiaan dan peradaban di muka bumi Timbul pertanyaan bagi manusia kenapa ilmu dianggap penting bagi manusia ? Untuk menjawab pertanyaan diatas, perlu kita kembali kepada firman Allah SWT. (QS; Al-Baqoroh ayat 30 ) yang artinya : ” Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat : Sesungguhnya Aku (Allah SWT) hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi ” dan (QS; Adz Dzariyat ayat 56 ) yang artinya ”Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku” Arti dari ayat tersebut diatas bahwa manusia dihadirkan di muka bumi mengemban misi khusus yang tidak diembankan kepada makluk Alloh lainnya, termasuk kepada malaikat sekalipun, dimana manusia menyandang predikat sebagai khalifah atau wakil Alloh di muka bumi. Dan sebagai wakil-wakil Alloh di muka bumi merupakan kedudukan yang – Subhanalloh – Allohhuakbar – teramat sangat mulia dari makluk Alloh lainnya (Semoga kita semua termasuk orang-orang yang senantiasa memperoleh bimbingan dari Alloh SWT.) Sebagai wakil-wakil Alloh yang wajib kita tumbuhkan dan patri dalam kuat kuat dalam hati kita sehingga bisa menjadi komitmen hidup secara total yaitu menjadi khalifah yang mengabdi kepada Alloh , itulah yang harus kita garis bawahi tentang misi kehadiran manusia di muka bumi ini dan untuk melaksanakan misi tersebut manusia membutuhkan bekal ilmu karena hanya berbekal ilmu orang bisa sukses menjalankan misi hidupnya. Apabila kita coba membaca keadaan kehidupan sehari-hari akan tampak adanya perbedaan atau ketidak samaan antara orang yang tidak memiliki ilmu dengan orang yang berilmu. Sebagai contoh peran kita dalam bekerja/ditempat kerja dan aktifitas sosial lainnya, dimana untuk melaksanakan pekerjaan yang benar dan baik dibutuhkan bekal ilmu yang cukup atas pekerjaan tersebut, bagaimana kita dapat melaksanakan pekerjaaan atau aktivitas sosial dengan baik dan benar apabila kita tidak tahu ilmu dari apa yang kita kerjakan. Oleh karena itu ilmu merupakan kunci jawaban atas semua persoalan dalam hidup dan orang-orang yang berilmu akan menjalani hidup dalam payung kemuliaan. Ketika kita tahu sedemikian besar kebutuhan diri akan ilmu, maka beruntunglah apabila kita termasuk orang-orang yang selalu berusaha menambah ilmu, banyak jalan yang bisa kita lakukan untuk menambah ilmu agar tidak tersesat dalam kehidupan seperti bertanya kepada yang ahlinya, membeli dan membaca buku, mengikuti pendidikan baik formal atau informal, menghadiri majelismajelis ta’lim dan seterusnya. Sudah saatnya bagi setiap pribadi muslim untuk memberikan perhatian lebih besar terhadap ilmu. Alangkah indahnya kalau setiap pribadi muslim sadar terhadap kebutuhan dirinya akan ilmu yang akan mengantarkan kita pada naiknya derajad kemanusiaan dan harkat diri, baik dihadapan sesama manusia dan terlebih dihadapan Sang Maha Pencipta Hadits riwayat Ath Tabrani : Nabi bersabda ”Keutamaan ilmu lebih baik dari keutamaan ibadah, dan sebaik-baik ajaran agamamu adalah al wara’” Semoga Alloh memasukkan kita semua kedalam golongan orang-orang yang mencintai ilmu, mencintai orang-orang yang mencari ilmu dan orang-orang yang mengajarkan ilmu dan semoga Alloh meringankan hati kita dalam menginvestasikan rizki untuk kepentingan manambah ilmu dan membiayai orang-orang yang mencari ilmu. Aamiiinnn.............

Surabaya Dominasi Penghargaan PU Awards

PRESTASI yang membanggakan kembali diukir kota Surabaya. Setelah mendapatkan piala Adipura dan Kalpataru 2007, kota Surabaya berhasil mendapatkan penghargaan PU Awards 2008. Tidak tanggung-tanggung dari enam kategori kota (metropolitan) yang dipertandingkan, Surabaya menjadi juara satu untuk tiga kategori dan juara dua untuk tiga kategori. Melihat hasil evaluasi dan penilaian tim Penilaian Kinerja Pemerintah Daerah bidang Pekerjaan Umum (PKPD-PU) tahun 2008, maka berdasarkan Keputusan Menteri Pekerjaan Umum Nomor: 581/KPTS/M/2008, Surabaya mendapatkan penghargaan Pekerjaan Umum untuk beberapa kategori. Untuk kategori jalan dan jembatan, Surabaya berhasil menduduki peringkat pertama. Pada kategori ini Surabaya berhasil mempertahankan prestasinya karena pada tahun 2007 kota Surabaya juga berhasil mendapatkan peringkat pertama. Untuk kategori air minum, Surabaya berhasil meraih peringkat kedua. Prestasi ini sama dengan prestasi tahun lalu. Sementara untuk kategori penyelenggaraan sanitasi, Surabaya mendapatkan peringkat kedua. Prestasi ini mengalami penurunan. Karena pada tahun 2007 Surabaya berhasil meraih peringkat pertama. Kategori penanganan permukiman kumuh perkotaan Surabaya juga mengalami penurunan peringkat. Surabaya hanya mendapat peringkat kedua. Padahal di tahun 2007, berhasil memperoleh peringkat pertama. Untuk pembinaan bangunan gedung, Surabaya berhasil mempertahankan prestasinya. Peringkat pertama tetap dalam genggaman seperti tahun sebelumnya. Prestasi istimewa berhasil didapat dari kategori pembinaan jasa konstruksi. Pada kategori ini Surabaya mendapat penghargaan khusus. Karena berhasil meraih peringkat pertama selama tiga tahun berturut-turut. ”Penghargaan PU Awards ini diserahkan langsung oleh Menteri Pekerjaan Umum, Djoko Kirmanto, dan diterima langsung oleh Wali Kota Surabaya, Bambang DH, di Jakarta”, jelas Cak Sinurat. Menurut Cak Sinurat, pemerintah kota Surabaya merasa bangga dengan penghargaan yang telah diberikan. Penghargaan ini merupakan wujud apresiasi kepada warga kota karena sudah peduli dengan pembangunan infrastrukturnya. Tentang prestasi beberapa kategori yang turun peringkat dari tahun 2007 ke 2008, Cak Sinurat memiliki anggapan jika mungkin juri/tim penilai punya parameter khusus untuk mengukur penilaian. Atau bisa juga dikarenakan kota/kabupaten lain lebih responsif dalam pembangunan infrasturktur wilayahnya. ”Karena tentu saja mempertahankan prestasi itu lebih sulit daripada meraihnya”, ujar Cak Sinurat. PU Awards atau yang lebih dikenal dengan PKPD-PU diselenggarakan oleh Departemen Pekerjaan Umum. Tujuannya adalah memberikan apresiasi kepada kinerja pemerintah daerah dalam pembangunan infrastrukturnya. Menurut Herry Sinurat, Staf Ahli Perancangan dan Pemanfaatan Jalan dan Jembatan Dinas Bina Marga dan Pematusan Pemkot Surabaya, PKPD-PU dilaksanakan Departemen Pekerjaan Umum untuk memberikan motivasi sekaligus evaluasi kepada pemerintah daerah, baik propinsi maupun kabupaten/kota, terhadap kemajuan infrastrukturnya. ”Mengukur bagaimana komitmenpemerintah daerah dalam pembangunan infrastruktur di wilayahnya. Secara umum kriteria penilaiannya terkait dengan regulasi (peraturan), operasionalisasi, dan pemberdayaan masyarakat”, jelas Cak Sinurat. Cak Sinurat menyontohkan misalnya, tentang jalan dan jembatan. Peraturan-peraturan apa yang mendukung pembangunan jalan dan jembatan. Seperti peraturan UU tentang Jalan, Peraturan Pemerintah, Peraturan Daerah, Peraturan Wali Kota, peraturan kepala dinas, dll. Sehingga kegiatan pembangunan yang dilakukan memiliki payung hukum yang jelas. Mempunyai kekuatan hukum untuk dapat dioperasionalkan di lapangan. Kemudian untuk operasionalisasinya, penilaiannya melihat bagaimana kondisi infrastuktur di lapangan. “Misalnya, untuk jalan dan jembatan. Pemerintah kota berkomitmen untuk melakukan perbaikan jalan-jalan protokol. Kita ingin membangun jalan yang berkualitas menuju kota yang berkelas. Sekarang bisa kita lihat jalan-jalan pedestrian di Surabaya yang kualitasnya terbaik untuk skala nasional”, terang Cak Sinurat. Untuk pemberdayaan masyarakat maka sebagai stakeholder pelibatan masyarakat dalam programprogram pemerintah kota sangat diperlukan. Caranya dengan menjalin kemitraan-kemitraan pembangunan atau musyawarah-musayawarah rencana pembangunan. Untuk mendukung pemerintah kota Surabaya dalam memberikan infrastruktur yang terbaik bagi warga kota, salah satu upaya adalah meminimalkan keluhan para pengguna jalan. Caranya dengan menggunakan satgas (satuan tugas) penambal lubang. Satgas ini disiapkan untuk merespon keluhan masyarakat jika ada jalan-jalan yang lubang yang membuat ketidaknyamanan pengguna jalan. Misalnya, ada keluhan dari masyarakat pengguna jalan, baik di media cetak maupun di radio, yang menyatakan bahwa banyak lubang-lubang jalan di daerah Basuki Rahmat yang menggangu kelancaran lalu-lintas. Hal tersebut langsung mendapat respon dari satgas penambal lubang ini. Dinas Bina Marga Surabaya mempunyai lima tim satgas penambal lubang. Mereka tersebar di wilayah Surabaya Timur, Barat, Utara, Selatan, dan Pusat. Semuanya selalu siap siaga. ”Masing-masing ini kita siapkan kendaraan operasional. Kendaraan pick up diisi dengan bermacam material seperti aspal drum, batu, dan peralatan. Selain kendaraan ini, kita juga back up dengan hot mix (aspal panas)”, ujar Cak Sinurat. Aspal panas ini dipesan oleh pemkot Surabaya setiap harinya. Ketika ada jalan yang rusak maka akan segera ditambal dengan batu. Di atasnya kemudian dilapisi dengan aspal, berulang kali sampai lapisan paling atas nantinya dilapisi dengan aspal panas. PU Awards Ajang Apresiasi Kinerja Pemerintah Daerah PU Awards atau yang disebut juga dengan Penilaian Kinerja Pemerintah Daerah Bidang Pekerjaan Umum (PKPD-PU) merupakan bentuk penghargaan Departemen Pekerjaan Umum kepada pemerintah daerah atas kinerja bidang pekerjaan umumnya. Latar belakang diselenggarakannya kegiatan ini didasari oleh UU No.32 tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah. UU tersebut membuka otonomi seluas-luasnya bagi pemerintah daerah untuk menjalankan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangannya. Termasuk kewenangan dalam penyediaan infrastruktur di bidang PU. Kegiatan PKPD-PU diselenggarakan setiap tahun. Terhitung sejak tahun 2005, kegiatan ini sudah dilakukan. Tujuan utama pemberian penghargaan adalah memberikan apresiasi dan motivasi kepada pemerintah daerah baik di tingkat Provinsi, Kota hingga Kabupaten dalam menyediakan infrastruktur di bidang PU. Selain itu, tujuan lainnya adalah mengukur kinerja pemerintah daerah dalam bidang PU dan mendorong kompetisi antara pemerintah kabupaten/kota. Diharapkan hal ini dapat mendorong pemerintah daerah untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Daerah-daerah yang menjadi pemenang penghargaan PKPD-PU umumnya mempunyai karakter pemimpin (leadership) yang kuat dan pemahaman mendalam mengenai pentingnya infrastruktur dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya. Penghargaan PKPD-PU menjadi suatu kebanggaan tersendiri bagi kepala daerah. Karena kerja keras pemerintahan yang dipimpinnya dalam penyediaan infrastruktur di bidang pekerjaan umum dihargai oleh Pemerintah Pusat. Terlebih, kebanggaan bisa memberikan yang terbaik bagi masyarakat daerahnya. Ada lima kategori bidang penilaian yang dilakukan pada PKPD-PU 2008. Diantaranya; bidang Penataan Ruang, Sumber Daya Air, Bina Marga, Cipta Karya, dan Jasa Konstruksi. Kelima bidang tersebut dikelompokan lagi ke dalam Sub Bidang dengan kategori penilaian berdasarkan Provinsi, Kota Metropolitan, Kota Besar maupun Kota Sedang/Kota Kecil dan Kabupaten. Penilaian terbagi atas dua aspek yaitu aspek fisik dan aspek non fisik. Aspek fisik melingkupi kelayakan serta fungsi fisik sarana dan prasarana yang telah dibangun pemerintah daerah. Sedangkan penilaian non fisik meliputi, kelembagaan, pengaturan, pendanaan, upaya dalam menciptakan partisipasi masyarakat, manajemen pengoperasian, dan pemeliharaan. Strategi penilaian juga melihat transparansi dan akuntabilitas kinerja pemerintah daerah. Dewan juri yang dilibatkan dalam PKPD-PU terdiri dari kalangan akademisi, asosiasi profesional, LSM, organisasi masyarakat yang terkait dengan bidang tertentu yang akan dinilai, dan dari Departemen PU. Semua juri memiliki independensi yang tidak diragukan lagi. Untuk menjadi peserta PKPDPU, pemerintah daerah dapat mengusulkan daerahnya untuk berpartisipasi. Selain itu, pemerintah daerah yang menjadi peserta juga dapat diusulkan oleh asosiasi profesi, lembaga kemasyarakatan maupun instansi pembinanya. Daerah yang berminat kemudian menyampaikan kesediaannya sebagai peserta dan menyertakan data-data yang dibutuhkan.

Jembatan Merah Riwayatmu Kini

JEMBATAN Merah. Jembatan bersejarah yang menjadi saksi perjuangan arek-arek Suroboyo melawan para penjajah Belanda, kini masih gagah, membujur di atas Sungai Kalimas, membelah kawasan Jalan Rajawali dan Jalan Kembang Jepun Surabaya. Meski sedikit keropos di beberapa sisi, namun kegagahan jembatan ini masih tetap terlihat. Dengan desain arsitekturnya yang khas, dan warna jembatan yang sengaja di cat merah, membuat siapa pun yang melintas diatasnya akan merasakan, bahwa disini, di atas jembatan ini, nyawa arek-arek Suroboyo, menghunus bambu runcing yang sederhana, dipertaruhkan. Tingginya nilai sejarah yang disimpan oleh Jembatan Merah, Gesang, seorang penyanyi keroncong terkenal, mempopulerkan sejarah Jembatan Merah dalam lagu berjudul sama, yang kini lagu tersebut menjadi lagu legendaris yang tetap diingat oleh lintas generasi. Kawasan Jembatan Merah merupakan daerah perniagaan yang mulai berkembang sebagai akibat dari Perjanjian Paku Buwono II dari Mataram dengan VOC pada tanggal 11 November 1743. Dalam perjanjian tersebut disebutkan, sebagian daerah pantai utara, termasuk Surabaya, diserahkan penguasaannya kepada VOC. Sejak saat itulah Surabaya berada sepenuhnya dalam penguasaan Belanda. Kawasan Jembatan Merah, dari dahulu hingga kini merupakan pusat bisnis Kota Surabaya. Kini, di sekitar jembatan ini, berdiri pusat perbelanjaan Jembatan Merah Plaza yang kokoh dan menjadi jujukan para pedagang dan pembeli dari seantero kota, bahkan dari luar kota. Di Jalan Rajawali yang berada tepat di barat Jembatan Merah juga masih berdiri kokoh Hotel Ibis Surabaya. Sejumlah perkantoran dan bank juga ada. Tak hanya itu, Jembatan Merah juga dekat dengan bekas bangunan LP Kalisosok, sebuah bangunan bersejarah yang menjadi saksi penyiksaan para pejuang. Jika Anda tengah mengunjungi Kota Surabaya, rasanya belum lengkap jika tidak mengunjungi wisata sejarah Jembatan Merah. Di atas sungai yang mengalir, akan terasa sebuah sensasi bahwa disini, di jembatan ini, pertumpahand arah melawan sekutu telah terjadi. Awalnya Jembatan Merah ini bangunan fisiknya terbuat dari kayu. Namun pada sekitar tahun 1980-an, Pemerintah Kota Surabaya mengubah konstruksi pagar pembatasnya dari kayu menjadi besi. Agar tidak kehilangan ciri khasnya, jembatan ini secara keseluruhan dicat warna merah. Secara fisik, bentuknya memang tidak berbeda dengan jembatan-jembatan lain, warna merah itulah yang menjadi pembeda. Di timur Jembatan Merah adalah Jalan Kembang Jepun. Pemerintah Kota Surabaya menjadikan jalan ini sebagai kawasan pecinan. Setiap pagi hingga menjelang sore kawasan ini padat pedagang. Untuk menghidupkan suasana Kembang Jepun kala malam, meski sekarang sudah ditutup, di kawasan tersebut pernah berdiri pusat jajanan Kya-Kya, yang menjadi tempat nongkrong anak muda dan keluarga. Mulai ujung hingga ke ujung, di sepanjang jalan yang panjangnya sekitar 300 meter tersebut, didesain khas dengan unsur budaya China yang kental. Mungkin di Surabaya inilah satu-satunya jalan yang berasitektur khas negerinya Kungfu Panda, negeri Tirai Bambu. Pas di timur jembatan, para pengguna jalan akan disambut dengan gerbang berhias patung naga. Unik dan sangat indah. Salah seorang wisatawan Belanda, Van Jork, pernah mengatakan, keberadaan Jembatan Merah saat dikuasai VOC sangat vital. Jembatan ini menjadi sarana penghubung transportasi yang sangat penting sehingga keberadaannya begitu diperhatikan pemerintah. Tidak heran jika kemudian di ujung barat jembatan, gedung karesidenan Surabaya dibangun. Tujuannya tak lain agar pemerintah saat itu bisa mengawasi langsung kebersihan dan ketertiban di sekitar area Jembatan Merah. Di sekitarnya pun, kantungkantung tempat tinggal, pada zaman dahulu, dibuat terpisah-pisah. Di sebelah barat gedung karesidenan, dulu tinggal orang-orang Eropa. Di Jalan Kembang Jepun, menjadi area tinggal orang-orang China dan di sisi utara tepatnya di kawasan Kampung Ampel berhuni orang-orang keturunan Arab dan Melayu. Praktis, Jembatan Merah menjadi kawasan multi etnis, yang hingga kini tetap dapat hidup berdampingan. Saling menghormati satu sama lain. Meski kini hanya tersisa etnis China di Kembang Jepun dan Arab di kawasan Kampung Ampel namun terbukti hingga saat ini kedua etnis tersebut dapat hidup berdampingan tanpa konflik. Hingga kini, Jembatan Merah masih menjadi pusat bisnis yang menjanjikan. Karena banyaknya orang yang berlalu lalang, di trotoar Jembatan Merah kini banyak mangkal para tukang becak yang melepas lelah sambil menunggu penumpang. Karena semrawut, beberapa polisi sering menertibkan kawasan tersebut dari para tukang becak. Namun tetap saja meski ditertibkan para tukang becak masih membandel. Mungkin mereka merasa wilayah tersebut sudah menjadi lahan rezekinya. Menjadi pusat bisnis, otomatis banyak pengunjung yang mengunjungi kawasan Jembatan Merah. Dan tentu saja ada side effect dari fenomena ini. Di depan Jembatan Merah Plaza terdapat terminal bayangan yang menjadi tempat mangkal bayangan sejumlah mikrolet dan bus kota. Hal ini tentu saja menyebabkan ruas jalan menjadi sering macet. Pemkot pun bekerjasama dengan beberapa pihak sudah berupaya untuk menertibkan kawasan ini. Kondisinya sekarang pun sudah lumayan, meski masih ada mikrolet dan bus kota yang nekat mangkal namun suasananya sudah tak separah dulu. Namun upaya penertiban itu tak akan pernah berhenti. Meski sedikit banyak beberapa gedung di sekitar Jembatan Merah sudah berubah, namun ada beberapa bangunan yang masih terawat dengan baik dan masih terjaga keasliannya. Bangunan ini kini menjadi tempat beberapa perkantoran yang menjaga keaslian bentuk bangunan. Diantaranya adalah Perusahaan Asuransi Fa.Froser Eaton & Co yang dibangun sejak 1911 dan kini digunakan oleh PT Persero Asuranasi Jiwasraya. Hotel Ibis juga tetap tampil menawan meski ada beberapa tambahan di bagian depan bangunan asli. Gedung Internationale Credit en Handelvereeniging Rotterdam (Internatio) yang dibangun pada tahun 1929 kini juga masih berdiri megah dan dijadikan kantor PT Tjipta Niaga.

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Elf Coupons