Juara Umum Porkot 2010
Bentuk Tim Khusus Pantau Potensi Warga
Bentuk Tim Khusus Pantau Potensi Warga
Kecamatan Gubeng berhasil menjadi juara umum porkot 2010, mereka berhasil menjadi juara I cabang olahraga (cabor) tenis meja dan juara I cabor futsal. Hasil tersebut sama-sama ditorehkan kecamatan bubutan, karena kecamatan bubutan hanya mengikuti 4 cabor sedangkan Gubeng mengikuti 5 cabor yang dipertandingkan. Keberhasilan yang diraih kontingen kecamatan Gubeng berkat kepanitian yang dibentuk kecamatan Gubeng. Hal tersebut diakui Camat Gubeng, Imam Siswandi bahwa sebelum porkot berlangsung pihaknya bersama lurah-lurah diwilayahnya membentuk kepanitian untuk suksesi porkot 2010.
Hasilnya, kepanitian beranggotakan warga Gubeng yang benar-benar peduli olahraga mampu menunjukkan kinerjanya dengan menyumbangkakn juara umum porkot 2010. Menurut Imam pembentukan panitia ini untuk mengetahui potensi warga Gubeng yang benar-benar punya potensi di cabor yang dipertandingkan. “Panitia ini kan secara langsung bersinggungan dengan warga, jadi mereka melakukan seleksi terlebih dulu. Selanjutnya setelah mendapatkan pemain, dilakukan semacam pusat pelatihan, mereka dilatiah dan bertanding dengan pelatih cabor yang dipertandingkan, tapi mereka dari Gubeng sendiri.
Kedepan untuk mempertahankan juara umum porkot 2010, kecamatan Gubeng akan menggelar turnamen tingkat kecamatan. Diselenggarakannya turnamen ini untuk mengtehui potensi-potensi warga Gubeng terhadap olahraga. Hal ini akan lebih mempermudah dan cepat mengetahui potensi warga sesuai cabor yang dipertandingkan. “Pada saat melakukan persiapan porkot 2010 untuk cabor tenis meja sampai-sampai ditemukan mantan atlet pelatnas dan pelatda. Karena aturan mereka tidak bisa bertanding, namun mereka menularkan ilmunya,” imbuh Imam.
Keberhasilan Gubeng menorehkan prestasi juara umum di porkot 2010 tak luput dari motivasi yang diberikan Imam selaku camat. Hampir setiap akan bertanding para atlet ini dikumpulkan lalu di pompa semangatnya. Dia juga selalu mengingatkan untuk bertanding sportif dan jangan tawuran. “Masyarakat Gubeng semuaya sangat suka berolahraga, makanya kita tidak kesulitan mencari pemain. Kecamatan hanya tinggal mendukung secara moril dan materi. Seperti cabor futsal, kita selalu ganti kostum baru setiap akan baetanding. Hal sekecil tersebut ternyata mampu merangsang semangat anak-anak untuk menang. Saya juga tidak pernah memberikan tekanan kepada mereka dengan kata-kata harus menang, sebab tekanan seperti itu menjadi beban dan mengganggu konsentrasi setiap pemain,” pungkasnya.
Tidak hanya potensi yang dimiliki kecamatan Gubeng, sarana dan prasarana yang memadai juga turut andil dalam keberhasilan Gubeng merai juara umum porkot 2010. “Di kecamatan Gubeng hampir di setiap RW memiliki lapangan olahraga, seperti lapangan bulutangkis tenis meja dan sebagainya,” ujarnya. Menurut Imam dilaksanakannya porkot 2010 ini sangatlah positif, dapat mengurangi prilaku negative bagi warga Gubeng khususnya dan Surabaya. “Sangat positif kegiatan semcam ini, biar anakanak muda di Gubeng tidak mudah terjerumus narkoba dan lainnya,” imbuhnya.
Imam menambahkan hadiah berupa yang didapat pemain secara langsung diberikan kepada setiap pemain yang bersangkutan. “Uang tunai yang diperolah kita berikan kepada pemain, untuk futsal karena pemainnya banyak kcamatakan sedang mengupayakan bonus tambahan,” katanya. Supaya bibit-bibit atlet di Surabaya bertambah banyak, dia mengaharapkan turnamen atau pekan olahraga semacam ini terus diadakan tiap tahun. “Dengan begitu apa yang selama ini diimpikan pemkot menjadikan kota Surabaya kota atlet akan lebih cepat terwujud,” harapnya menutup pembicaraan.


11:40 PM
Icha
0 comments:
Post a Comment