Kepengurusan Baru TP PKK Kota Surabaya
Full Spirit!
Seiring dengan habisnya masa bakti kepengurusan TP PKK Kota Surabaya masa bakti 2005- 2010, tepatnya 27 Oktober 2010 lalu, Walikota Surabaya Tri Rismaharini melantik pengurus TP PKK Kota Surabaya masa bakti 2010-2015 di Graha Sawunggaling Pemkot Surabaya. Bisa dibilang kepengurusan baru ini ibarat stok lama rasa baru. Meskipun demikian TP PKK Kota Surabaya optimis, pengurus lama yang kini dipercaya menjadi pengurus TP PKK Kota Surabaya 2010-2015 memiliki semangat yang baru dalam pengabdiannya.
Program-program yang sudah pernah dilakukan sebelumnya pun memiliki peluang besar untuk dilanjutkan dan diperbaiki hingga maksimal. ”Pada dasarnya program-program yang kita rencanakan tahun ini merupakan kelanjutan dari program-program yang tahun kemarin. Agenda-agenda masih relatif sama namun tentu periode kedua ini punya peluang besar untuk mengoptimalkan kinerja kami,”ungkap Dyah Katarina, Ketua TP PKK Kota Surabaya periode 2010-2015 saat ditemui di Kantor PKK Kota Surabaya, Jl.Tambaksari. Jika ditinjau lebih teliti, komposisi pengurus TP PKK Kota Surabaya periode ini hanya mengalami sedikit perbedaan. Tahun ini ketua TP PKK Kota
Surabaya diduduki oleh Dyah Katarina Bambang DH, istri wakil walikota Surabaya. Sebelumnya Dyah sudah berpengalaman menjabat posisi yang sama pada kepengurusan sebelumnya, ketika Bambang DH masih menjabat sebagai Walikota Surabaya. Karena walikota kali ini dijabat oleh seorang wanita, maka Ketua TP PKK Kota Surabaya pun akhirnya diemban oleh istri wakil walikota.
Pada posisi wakil ketua TP PKK Kota Surabaya, mengalami sedikit perbedaan. Jika dulu ada wakil ketua I, kini jabatan wakil Ketua 1 itu sudah tidak ada diganti posisi wakil ketua saja. Untuk periode 2010-2015 ini wakil ketua PKK Kota Surabaya masih menempatkan Dra. Merdi Juretta Mursyam, Apt sebagai Wakil Ketua PKK Kota Surabaya. Di posisi bendahara, akan dikelola oleh Ny.Antin K.Hari. Sedangkan ketua pokja I yang biasanya mengurusi implementasi penghayatan pancasila dan gotong royong akan dipimpin oleh Dra. Rupiyati Mudzakir, MM. Kemudian, Ny.Siti Fatukhah Kasbunadi dipercaya untuk memimpin pokja II. Sedangkan Pokja III dikelola langsung oleh Tin Martini sedangkan pokja IV diketuai oleh Ny.Maryuli Sudaryo. Ibu Sudaryo ketua Pokja IV ini adalah salah satu kader PKK yang cukup senior namun tetap eksis dan energik mengabdi di PKK.
Salah satu program PKK yang diadakan pada bulan Oktober-Nopember selain Jalan Sehat dalam rangka pencanangan kesatuan gerak PKK, KB, Kesehatan adalah program LP3. Wakil Ketua PKK, Merdi Juretta mengatakan LP3 ini merupakan program Latihan Pengelola Porgram Penyuluhan bagi tim penggerak PKK. Pada tanggal 22 Nopember hingga 25 Nopember lalu melatih para kader PKK terutama ibu istri para camat dan sekretaris PKK kecamatan untuk memberikan pemahamannya mengenai 10 program pokok PKK. ”Sebagai seorang kader PKK sudah seharusnyalah para kader di tingkat kecamatan ini sudah memahami sepuluh program PKK. Dengan demikian dalam mengimplementasikan program- programnya mereka akan selalu berpatok pada sepuluh program ini,” jelas Ny. Merdi Juretta Mursyam. Sepuluh program PKK ini meliputi penghayatan dan pengalaman Pancasila, gotong royong, sandang, pangan, tata perumahan dan tata laksana RT.
Selain itu juga ada pendidikan dan keterampilan, kesehatan, pengembangan kehidupan berkoperasi, kelestarian lingkungan hidup, dan perencanaan sehat. Dalam kegiatan LP3 ini, ada sembilan narasumber yang dilibatkan. Sebab materi pelatihannya memang bermacam-macam. Tujuannya tentu agar kader kecamatan ini mempunyai bekal dan lebih siap jika berhadapan dengan masyarakat. Materi-materi yang diberikan meliputi pelatihan komunikasi, andragogi, teknik berbicara pada masyarakat, serta pelatihan manajemen dan kepemimpinan. Selain program LP3 untuk para kader kecamatan, pada kepengurusan 2010-2015 ini TP PKK Kota Surabaya akan mencoba mengembangkan satu potensi khas daerah yaitu batik Semanggi. Dyah Katarina, Ketua TP PKK Kota Surabaya mengatakan potensi batik Semanggi ini cukup bagus. Batik dengan motif semanggi ini diharapkan akan mampu menjadi tren dan menjadi salah satu ciri khas kota Surabaya selain batik mangrove.
Batik semanggi ini memang cukup unik. Motifnya menggunakan motif daun semanggi. Bagi warga Surabaya, motif semanggi ini tentu tidak asing. Karena warga Surabaya cukup mengenal kelezatan daun semanggi yang sering dibuat sebagai campuran pecel, sehingga disebut pecel semanggi. Makanan khas Surabaya yang memiliki bentuk daun unik ini menginspirasi kader PKK di Sememi untuk mengkreasikan motif daun unik ini ke dalam batik.
Dana untuk pengembangan batik Semanggi ini berasal dari dana hasil lomba kelurahan berhasil tingkat propinsi yang dimenangkan oleh Kelurahan Rungkut Menanggal. Hadiah itu senilai 37 juta. Dana ini kemudian dikelola oleh PKK, 20 % untuk kegiatan sosial, 80 % untuk penguatan ekonomi masyarakat. Masyarakat Sememi dipilih untuk mengembangkan batik Semanggi, sebab kader PKK di keluarahan setempat memang memiliki potensi yang cukup bagus untuk membatik, khususnya membuat batik semanggi. Selain itu Sememi merupakan keluarahan yang berhasil menang dalam lomba sepuluh terbaik 10 program PKK.
”Beberapa waktu lalu ada salah satu bank yang berminat untuk menjadi istilahnya orang tua asuh bagi para pembatik semanggi ini. Mudahmudahan kerjasama ini nantinya bisa kita tindak lanjuti,”ujar Dyah. Beberapa waktu lalu dua orang kader juga sudah dikirim ke Balai Besar Kerajinan dan Batik di Yogyakarta untuk mengikuti training membatik. Selain mengikuti training, para pengrajin ini juga akan diberikan pelatihan kewirausahaan. Pangsa pasar pertama yang akan menjadi sasaran nantinya adalah internal PKK terlebih dahulu. Nantinya sudah berkembang akan dicoba untuk dipasarkan ke masyarakat luas. ”Saya berharap batik semanggi ini mampu menjadi salah satu ciri khas kota Surabaya. Bisa menjadi buah tangan atau oleh-oleh para pelancong yang datang ke Surabaya. Sebab kita kini tak hanya memiliki batik mangrove tapi juga batik semanggi,” jelas Dyah.


11:41 PM
Icha
0 comments:
Post a Comment